Perbedaannya terutama dari ukuran butir, tekstur, kebersihan, dan asal pasir. Jenis pasir menentukan apakah cocok buat cor, plester, pasangan bata, atau pekerjaan lainnya.
| Jenis pasir | Ciri-ciri | Kegunaan |
|---|---|---|
| Pasir beton | Kasar, butiran relatif besar dan tajam | Cor beton, pondasi, kolom, balok |
| Pasir pasang | Lebih halus | Pasangan bata, batako, plester |
| Pasir urug | Butiran bervariasi, biasanya lebih banyak campuran tanah/batu kecil | Mengurug lantai, meratakan tanah |
| Pasir sungai | Butiran cenderung bulat karena terbawa air | Beton, pasangan, tergantung kualitas |
| Pasir laut | Halus dan mengandung garam | Umumnya tidak dianjurkan langsung untuk beton/bangunan karena kandungan garam dapat menyebabkan masalah pada tulangan |
| Pasir vulkanik | Berasal dari material gunung berapi, karakter tergantung sumber | Bisa digunakan untuk konstruksi setelah memenuhi spesifikasi |
🔨 Kalau berdasarkan pekerjaannya
Untuk cor beton:
👉 Cari pasir beton yang bersih, kasar, tidak banyak lumpur, dan memenuhi gradasi yang sesuai.
Untuk plester:
👉 Pasir yang lebih halus dan bersih biasanya lebih enak menghasilkan permukaan plester yang rapi.
Untuk pasangan bata:
👉 Pasir pasang yang cukup halus dan tidak banyak kotoran.
Untuk urugan:
👉 Pasir urug sudah cukup, karena fungsinya bukan sebagai agregat beton.
Yang terpenting, jangan cuma lihat nama “pasir beton” atau “pasir pasang”. Kualitas pasir di lapangan bisa berbeda-beda. Kandungan lumpur, ukuran butiran, dan kebersihannya sangat berpengaruh.


